Madilog.co – Peran pemuda sebagai agen perubahan sudah tidak diragukan, dalam menangkal arus industrialisasi dan kesenjangan sosial yang mengitarinya. Sikap dari seorang pemuda harus tegas, bahwa posisi dirinya bukan hanya sebagai pewaris bangsa yang secara pasif bergerak ditempat, melainkan ia adalah generasi yang musti secara akif dalam membangun bangsa dan keumatan yang lebih berkemajuan. Maka kemudian kali ini kader Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Yustisia bersama dengan Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Hukum UMSurabaya (BEM-F) pada hari jum’at-Minggu (30-01/03/18) berelaborasi memanfaatkan momentum untuk Berbakti Kepada Masyarakat di Pamekasan Madura. Dalam sambutan seremonial pembukaan kegiatan Berbakti Kepada masyarakat (Berkema) Ketua Pelaksana Fathur menyampaikan selama tiga hari ini ada beberapa acara yang akan dilaksanakan. Yakni diantaranya adalah, dari bidang Humanisme; menyantuni masyarakat yang tidak mampu dengan bagi sembako gratis, dan...
REKLAMASI ; SEBUAH DAGELAN POLITIK ALA ABUNAWAS Tokoh Abunawas bukan saja cerdik dan jenaka tapi tingkah laku dan perkataanya juga sering menjengkelkan orang. Bahkan sesudah matipun ciri khas Abunawas tetap terbawa. Bagian depan kuburnya dipagar dengan gembok raksasa sehingga para peziarah tidak mungkin bisa menyentuh pusarnya. Tetapi samping kanan dan samping kiri kuburanya itu tidak dipagar alias terbuka sehingga pagar dan gembok di bagian depan tidak ada artinya apa-apa. Abunawas memang menghibbur tapimenjengkelkan. Entah karena mau meniru Abunwas atau karena kebingungan, banyak pejabat pemerintah dan pollitisi yang berperilaku, berkata dan berdebat ala Abunawas. Ketika aktivis mahasiswa mengeluhkaan kebijakan yang dikeluarkan oleh pihak yang berwenang, ada pejabat publik yang dengan entengnya merespon bahwa kalau dinegara kita ini adalah negara hukum maka taatilah per...